Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui

Kopi Kotoran Gajah sama halnya seperti Kopi Luwak, yaitu diproses oleh hewan dengan memakan biji kopi. Rasa pahit yang akan ditimbulkan dari kotoran gajah bersumber dari protein makanan Gajah. Bila kandungan protein itu dipecah, maka rasa pahit itu pun akan ikut berkurang.

Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui

Ada beberapa Fakta Kopi Kotoran Gajah yang harus kamu ketahui, karena kopi yang dihasilkan dari kotoran hewan ini, memiliki rasa yang halus, nikmat dan memiliki ciri khas tersendiri. Kopi ini dapat ditemui di beberapa tempat penginapan di seluruh dunia, beberapa ada di Maladewa dan satu di Thailand.
  • Mahal dan Tidak Efisien
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Kopi Kotoran Gajah menjadi salah satu yang termahal, namun dalam proses pembuatanya tidak efisien karna dalam 33 kg biji kopi yang dimakan, hanya kurang dari 1 kg akan menjadi biji kopi gajah, dan sisanya akan hancur karena sistem dari pencernaan gajah terlalu kuat dan bisa menghancurkan biji kopi yang dimakannya.
  • Proses Pembuatan Yang Lama
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Karna gajah merupakan hewan yang bertubuh besar, makanan yang dibutuhkan menjadi lebih banyak. Proses pencernaan memakan waktu  15-30 Jam bersama makanan lain yang dimakan oleh gajah.
  • Sengaja diberikan Untuk Dimakan
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Berbeda dengan luwak, yang memang mencari makanannya sendiri, gajah sengaja diberikan dan kemudian difermentasi oleh pencernaannya, dan menjadi Kopi Gajah. Hotel dan resort di Negara Thailand menyebut ini sebagai Black Ivory Coffee.
  • Belum Terjual Bebas
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Sampai saat ini, hanya dapat ditemui di Maladewa, Thailand, dan Abu Dhabi, dengan harga secangkir mencapai sekitar Rp 600 Ribu.
  • Proses Uji Coba Yang Lama
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Ternyata membutuhkan masa percobaan sampai 6 Tahun untuk tercapai Kopi Kotoran Gajah yang enak, beberapa kal tidak dapat untuk diminum.
  • Pemilik Gajah Mendapatkan Bagian Dari Penjualan
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
8% dari hasil penjualan akan diberikan kepada pemilik hewan dan kemudian digunakan untuk pemeliharaan gajah tersebut. Kesehatan gajah bahkan diawasi langsung oleh seorang dokter hewan.
  • Lokasi Habitat berdeda dengan Perkebunan Kopi
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Habitat tempat gajah tinggal berbeda dengan perkebunan, tempat bahan baku itu diambil dari sebuah perkampungan kecil, yang lokasi perkebunan itu tumbuh di ketinggan sekitar 5000 kaki.
  • Produsen Kopi Gajah
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Mengutip dari halaman Wikipedia ada Fakta Kopi Kotoran Gajah lain yang harus kamu tahu. Yaitu terdapat satu produsen kopi yang cukup terkenal dan sudah mendunia dari Thailand.
Black Ivory Coffee adalah salah merek kopi yang diproduksi oleh Black Ivory Coffee Company Ltd di Thailand utara dari biji kopi Arabika yang dikonsumsi akan dikumpulkan dari limbahnya.

Diproduksi oleh Black Ivory Coffee Co. Ltd. di Golden Triangle Asian Elephant Foundation di Chiang Saen, tempat perlindungan gajah yang peduli untuk menyelamatkan gajah. Sekitar 20 gajah di yayasan menghasilkan kopi. Konsumsi biji kopi tidak berpengaruh buruk pada gajah, dan tes dokter hewan menyimpulkan bahwa kafein tidak diserap dari biji kopi yang mereka konsumsi.
  • Kampanye dari Indonesia
Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui
Kampanye ini memang tidak ada sangkut pautnya dengan Fakta Kopi Kotoran Gajah, namun pantas untuk kita bahas, karena sangat penting pada kelangsungan Hidup hewan tersebut, di Indonesia ada kampanye yang bertajuk "Kampanye #NasibGajah".

Upaya budidaya kopi lestari yang dilakukan oleh WWF Indonesia merupakan bagian dari kampanye nasional. Tujuan kampanye ini dilakukan untuk menggalang dukungan publik demi mendorong semua pihak dalam menjaga keaslian wilayah jelajah Gajah Sumatera.

Itu lah beberapa Fakta Kopi Kotoran Gajah Yang Harus Kamu Ketahui, bagaimanapun mereka merupakan hewan yang harus dilestarikan agar tidak punah, dan di Indonesia pun semakin banyak kampanye untuk melestarikan hewan-hewan lain. Sekian pembahasan ini, semoga dapat menambah wawasan kamu.

Post a Comment

1 Comments